Postingan

Gambar
MATEMATIKA DAN BAKSO SEBUAH AKSIOLOGI FENOMENA GURU PROFESIONAL                                                         Makalah Dibuat Dalam Rangka Melengkapi Tugas-tugas Perkuliahan Filsafat Ilmu dari Prof. Dr Marsigit M.A., Th 2012/2013 Disusun oleh: Doni Setiyo Ardiyanto, S.Pd.Si NIM. 12709259002 Jurusan Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta 2012

PETUALANGAN INTLEKTUAL BERLAYAR DAN MENANGKAP IKAN DI ATAS ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT

Gambar
PETUALANGAN INTLEKTUAL BERLAYAR DAN MENANGKAP IKAN DI ATAS ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT                                                         Paper disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisafat Ilmu   yang diampu oleh Dr. Marsigit Disusun oleh: Doni Setiyo Ardiyanto, S.Pd.Si NIM. 12709259002 Jurusan Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta 2012 BAB I PENDAHULAN A.    Latar Belakang Masalah Secara fisafat kita hidup dalam masa kontemporer. Kontemporer dimana zamannya setelah zaman moderen fisafat yaitu pada abad ke-17. Kontemporer dimana banyak pemikiran para fiusuf yang telah melahirkan ide-ide membentuk madzab aliran-aliran filsafat. Kontemporer dimana aliran filsafat sudah sedemikian rupa membentuk sungai-sungai,sampai-sampai airnya sudah sampai ke lautan dalam samudra filsafat. Dunia pada waktu sekarang adalah berasal dari perkembangan dunia masa sebelumnya. Benua-benua yang ada sekarang adalah

Ruang dan Waktu Merupakan Kesempatan Berfilsafat Secara Hidup

Oleh: Doni Setiyo Ardiyanto, S.Pd.Si Manusia hidup tidak pernah akan menempati ruang dan waktu yang sama. Ruang dan waktu orang di Indonesia dengan Amerika berbeda. Bahkan sayapun tidak pernah menempati ruang dan waktu yang sama. Jikalau bisa pada ruang yang sama pastilah waktunya berbeda, sebab unsur waktu paling tidak bisa dimaju dan dimundurkan. Ruang dan waktu merupakan hal yang sangat berharga. Oleh sebab itu, seberapa jauh kita bisa memanfaatkan ruang dan waktu sebagai kesempatan dalam berfilsafat secara hidup. Tentunya berbeda arti berfilsafat secara hidup dengan filsafat hidup. Berfilsafat secara hidup merupakan kesadaran akan adab terhadap ruang dan waktu. Berfilsafat secara hidup tentunya bebas dari penyakit filsafat, yaitu yang memiliki ciri tidak datang tiba-tiba dan pergi tiba-tiba. Orang berfilsafat merupakan hal yang ringan bahkan saking ringannya bisa di anggap kosong. Orang yang sering berdebat atau bertarung tentang sesuatu hal akan sadar setelah mengeta
Gambar
Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 14: Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian Keempat) Oleh Marsigit Apakah ciri-ciri dari Dunia Seutuhnya atau Dunia Hakekat yang relevan dengan kerja saya ini? Ciri-cirinya adalah bahwa di dalam Dunia Seutuhnya terdapat Dua Saja Prinsip Hakekat atau Prinsip Ontologis, yaitu PRINSIP IDENTITAS dan PRINSIP KONTRADIKSI. Bukan Identitas berarti Kontradiksi; dan bukan Kontradiksi berarti Identitas. Itulah Cara Berpikir Hakekat sebagai satu-satunya cara untuk memahami Dunia Hakekat. Jadi Hakekat Kontradiksi dalam Dunia Hakekat itu berbeda dengan Hakekat Kontradiksi pada Dunia yang terbebas oleh Ruang dan Waktu (mengalami ekstensi). Jelasnya, Kontradiksi nya filsafat itu beda dengan Kontradiksi nya matematika (jika saya menggunakan kalimat sehari-hari). Kontradiksinya kaun Logicist-Formalist-Foundationalis itu berarti Tidak Konsisten pada Sistem Matematikanya; sedangkan Kontradiksinya Dunia Hakekat itu Bukan Identitasnya Unsur